TUGAS KE-4


MANUSIA MAKHLUK IBADAT

A.    PENGERTIAN IBADAT

   Ibadat atau ibadah adalah sebuah kata yang diambil dari bahasa Arab ‘Ibadah. Dalam terminologi bahasa Indonesia sebagaimana yang terdapat dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata ini memiliki arti: perbuatan atau pernyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama. Menurut bahasa Ibadat adalah merendahkan diri, ketundukan dan kepatuhan akan aturan-aturan agama. Sedangkan menurut istilah syar’i yang dianggap sebagai terbaik dan terlengkap yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang  mengatakan, “ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan ridha-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang tampak (lahir). Maka salat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada orang tua, menyambung tali persaudaraan, menepati janji, berdzikir dan membaca al-qur’an”. Sebagai manusia haruslah menjalankan yang diperintahkan oleh Allah dan menjauihi larangannya.

B.     IBADAT MENURUT ISLAM

    Disiratkan di dalam Al-Qur’an, pengertian ibadat dapat ditemukan melalui pemahaman bahwa:
·        Dalam ajaran Islam, manusia itu diciptakan untuk menghamba kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah (Adz-Dzaariyat 51:56).
·        Manusia menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain manusia yang berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Yaasin 36:61)
·        Sedangkan manusia yang berpegang teguh kepada apa yang diwahyukan oleh Allah, maka ia berada pada shiraathal mustaqiem atau jalan yang lurus (Az-Zukhruf 43:43)
Dengan demikian yang disebut manusia ibadat yaitu manusia yang menjalani hidupnya selalu berpegang tegung dengan wahyu Allah. Pengertian ibadat menurut Al-Qur’an tidak hanya terbatas ibadah mahdhah atau rukun islam, tetapi cukup luas aspek kehidupan yang ada pada wahyu Allah.
C.    Macam-Macam Ibadat

·        Ibadat Mahdhah, artinya penghambaan yang murni hanya merupakan hubungan antara hamba dengan Allah secara langsung. ‘Ibadah bentuk ini memiliki 4 prinsip sebagai berikut:
1.      Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah, baik dalil al-Qur’an maupun as-sunnah jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberdaanya.
2.      Tata caranya harus berpola kepada contoh Rasul saw. Salah satu tujuan diutusnya rasul oleh Allah adalah untuk memberi contoh “ Dan kami tidak mengutus seorang Rasul kecuali untuk ditaati dengan izin Allah “ (QS An-Nisa:64).
·        Bersifat Supra Rasional (di atas jangkauan akal) artinya ibadat bentuk ini bukan bentuk logika, karena bukan wilayah akal, melainkan wahyu, akal hanya berfungsi memahami rahasia di baliknya yang disebut hikmah tasyri’. Shalat, adzan, tilawatul Quran, dan ibadat mahdhah lainya, keabsahannya bukan ditentukan oleh mengerti atau tidak, melainkan ditentukan syari’at, atau tidak.
·        Azaznya “taat”, yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa apa yang diperintahkan Allah kepadanya, semata-mata untuk kepentingan dan kebahagiaan hamba, bukan untuk Allah, dan salah satu misi utama diutus Rasul adalah untuk dipatuhi:
Jenis ibadah yang termasuk mahdhah, adalah :
1.      Syahadat
  Merupakan bentuk perjanjian awal atau ikrar umat muslim sebagai seorang muslim dan muslimah. Syahadat terdiri dari dua kalimat.
                                  Kalimat Pertama : Ashadu ‘al la ilaha illa l-Lah
                                 Artinya                : Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Kalimat Kedua    : Wa’ashadu ‘anna muhammadar rasulu l-Lah
Artinya                : Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul                                  utusan Allah.
2.      Shalat
  Shalat merupakan suatu bentuk ritual ibadah agama islam. Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan di akhirat nanti, tetapi ternyata gerakan shalat memiliki keistimewaan. Dari sisi medis, shalat dapat berguna sebagai obat dari berbagai penyakit. Selama ini shalat yang dilakukan lima kali sehari oleh umat muslim, sebenarnya dapat memberikan kesehatan yang cukup banyak. Gerakan shalat sampai dengan salam memiliki makna yang luar biasa baik fisik maupun keseimbangan emosional, dan mental. Salah satunya adalah shalat tahajud yang insyallah dapat menyembuhkan segala penyakit.
    Sedangkan Qashar ialah meringkas jumlah rakaat shalat. Dzuhur, Ashar, dan Isya’ menjadi 2 rakaat, sedangkan magrib tetap 3 rakaat. Untuk syaratnya sama dengan syarat Jama’ yaitu jika sedang dalam perjalanan jauh. Shalat yang dapat di-qashar adalah shalat dzuhur, ashar, magrib, dan isya’.
    Selain jama’ dan qashar, terdapat juga shalat jama’Qashar yaitu gabungan antara shalat jama’ dan shalat qashar. Contohnya, melaksanakan shalat dzuhur dan ashar di waktu dzuhur dengan meringkas jumlah rakaatnya.
     Perlu diingat, meskipun shalat bisa dilaksanakan dalam satu waktu dengan alasan tertentu, namun urutan shalat tetap tidak dirubah. Contohnya, saat melaksanakan jama’ antara dzuhur dan ashar, shalat yang dilaksankan terlebih dahulu adalah dzuhur tetap sesuai dengan urutannya.
     Allah memerintahkan manusia untuk setiap hari shalat, karena manusia itu jiwanya tidak stabil jika tidak menunaikan shalat setiap hari. Sedangkan yang sudah melaksankan shalat setiap hari saja kadang-kadang jiwanya dan imannya masih labil. Makanya Allah menyatakan “ faaqimish shalah lidzikri “, tegakkan shalat untuk mengingat ku. Manusia diciptakan dengan sifat lupa yang selalu melekat pada dirinya, oleh sebab itu Allah memerintahkan untuk shalat setiap hari agar shalat melekat pada dirinya dan selalu mengingat Allah dan selalu bersyukur.
3.      Puasa
   Salah satu ibadah yang berpantangan dari makan dan minum, perbuatan yang buruk yang dapat membatalkan puasa. Puasa tidak hanya suatu ibadah yang hanya menambah keimanan. Tetapi puasa juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.
4.      Zakat
  Jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat muslim untuk  diberikan kepada orang yang berhak menerimanya (fakir miskin). Menurut ketentuannya zakat terdiri dari zakat fitrah dan zakat maal. Masing-masing memiliki nishob yaitu batas minimum yang dizakatkan sesuai kemampuan.
5.      Haji
    Merupakan rukun islam yang ke lima. Menunaikan ibadah wajib bagi umat muslim yang mampu.




























                   Daftar Pustak



     


Komentar