TUGAS KE-3

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK ALLAH SWT

A. Hakikat Penciptaan Manusia
        Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan dan keunikan dengan dua unsur yakni jasmani dan rohani. Unsur jasmani adalah tubuh atau jasad manusia yang tersusun atas organ dan sistem organ. Unsur yang kedua yakni unsur ruh atau jiwa. Kedua unsur ini berkaitan satu sama lain dam apabila kedua unsur tersebut berpisah maka manusia disebut mati sehingga tidak dapat disebut sebagai manusia. “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari saripati yang (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpah darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang , lalu tulang belulang itu kami balut dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS.AL-Mu’minun, 23: 12-14) dalam ayat-ayat Al-Qur’an  tersebut Allah SWT mengingatkan manusia tentang asal kejadian (Adam) yaitu dari tanah dengan berbagai unsur, dan keturunannya diciptakan dari saripati tanah berupa air mani yang hina, sehingga sepantasnya manusia menyembah Allah yang telah menciptakan dengan penuh ketawadhuan. Dalam QS 51:56 disebutkan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Segala aspek kehidupan seseorang hamba Allah seharusnya dilakukan dalam rangka persembahannya kepada Allah SWT dengan niat hanya untuk mencapai keridhaan-Nya.
B. Manusia Sebagai Hamba Allah
          Posisi manusia di alam atau kehidupan dunia ini, juga merupakan tujuan penciptaan manusia oleh Allah SWT, adalah sebagai hamba (‘abid). Sebagai hamba, tugas utama manusia adalah mengabdi (beribadah) kepada sang Khaliq, menaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Seorang hamba Allah juga  mempunyai tanggungjawab terhadap keluarga merupakan lanjutan dari tanggung jawab terhadap diri sendiri, karena memelihara diri sendiri berkaitan dengan perintah memelihara iman keluarga. Oleh karena itu,dalam al-Qur’an menyatakan dengan quanfusakum wa ahlikum nar ( jagalah dirimu dan keluargamu dengan iman, dan neraka ). Allah menciptakan manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. Manusia diciptakan untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan ditanya atas setiap usaha dan amal yang dilakukan selama ia hidup didunia. Apabila pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugas yang diwajibkan atas dirinya perlu dilaksanakan. Hal itu dapat diaplikasikan dengan senantiasa beribadah kepada-Nya. Hanya Allah-lah yang disembah dan hanya kepada Allah-lah manusia mohon pertolongan (Al-Fatihah : 5). Beribadah kepada Allah merupakan prinsip hidup yang paling hakiki bagi umat islam, sehingga perilakunya sehari –hari senantiasa mencerminkan pengabdian itu diatas segala-galanya.
          Pengingkaran manusia dalam penghambaan diri kepada Allah akan mengakibatkan dia menghamba kepada dirinya, menghamba kepada hawa nafsunya, atau menghamba kepada sesamanya makhluk Allah. Menyembah, memohon perlindungan atau apa saja perbuatan yang menyerupakan Tuhan dengan makhluk, atau mengangkat makhluk berkedudukan sebagai tuhan disebut syirik. Orang yang berbuat syirik disebut musyirik. Perbuatan syirik adalah kezaliman terbesar disisi Allah. Perbuatan atau amal shaleh yang terwujud dalam fungsi manusia sebagai khalifah akan berupaya mencegah kekejian moral dan kemungkaran yang mengancam diri dan keluarganya. Oleh karena, abdullah harus senantiasa melaksanakan shalat dalam rangka menghindarka diri dari kekejian dan kemungkaran ( al-fakhsya’i wal-munkar ). Hamba-hamba Allah sebagai bagian dari ummah yang senantiasa berbuat kebajikan juga perintah untuk mengajak yang lain berbuat ma’ruf dan mencegah kemungkaran (Ali Imran : 103).
C. Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah
          Al-qur’an banyak memperkenalkan ayat tentang hakikat dan juga sifat manusia sebagai makhluk yang menempati posisi unggul. Jauh sebelum manusia diciptakan, tuhan telah menyampaikan kepada malaikat bahwa Dia akan menciptakan khalifah (wakil) di muka bumi (Al-Baqarah : 30). Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi. Dia yang bertugas menggurus bumi dengan seluruh isinya, dan memakmurkannya sebagai amanah dari Allah. Sebagai penguasa di bumi, manusia berkewajiban membudayakan alam semesta ini guna menyiapkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Tugas dan kewajiban ini merupakan ujian dari Allah kepada manusia, siapa diantaranya yang paling baik menunaikan amanah itu. Dalam pelaksanaan kewajiban dan amanah, semua manusia di pandang sama berdasarkan bidang dan keahlian masing-masing. Tidak ada kelebihan yang satu dari yang lainnya, kecuali yang paling baik dalam menunaikan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi ini, yang lebih banyak manfaatnya bagi kemanusiaan, atau dengan kata lain yang lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Perbedaan warna kulit, ras, dan bangsa hanya sebagai pertanda identitas dalam kehidupan sehari-hari.
        Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Islam tidak memberikan hal istimewa bagi seseorang atau segolongan tertentu baik dalam bidang ibadah ritual, maupun dalam bidang politik, sosial dan ekonomi. Setiap orang memiliki hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, islam menentang diskriminasi keturunan, maupun diskriminasi warna kulit, kesukuan, kebangsaan dan kekayaan. Konsekuensi kekhalifaan manusia di muka bumi adalah membangun, mengolah dan memakmurkan bumi ini dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian kehidupan seorang muslim akan dipenuhi dengan amal dan kerja keras yang tiada henti. Kerja keras bagi seorang muslim adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT.
E. Kesimpulan
1.     Manusia pada hakikatnya adalah makhluk Allah paling sempurna yang mampu menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif serta mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
2.    Tujuan penciptaan manusia adalah menyembah (ibadah) kepada penciptanya, ketundukan manusia dalam menjalankan kehidupan di muka bumi kepada tuhannya.
3.       Tanggungjawab manusia kepada Tuhan atas apa yang manusia perbuat dimuka bumi dan juga sebagai khalifah Allah dalam merawat dan seisinya yang ada di bumi.
G. Saran
        Diharapkan mahasiswa dapat memahami hakikat manusia sebagai makhluk Allah SWT yang akhirnya menuju tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan mahasiswa dapat memahami peran manusia sebagai makhluk Allah SWT dan dapat mengaplikasikan peran-peran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan mahasiswa dapat memahami tanggung jawab manusia sebagai makhluk Allah SWT sehingga dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan dapat memperbaiki perilaku-perilaku yang kurang baik dalam pengamalan ibadah dan segala tindakan manusia tidak lepas dari hukum-hukum Allah SWT.




                                                    DAFTAR PUSTAKA
 http://enyfebriana.blogspot.com/2014/04/status-dan-peran-manusia-sebagai-hamba.html?=1
http://makalahhumaniora.blogspot.com/2016/11/makalah.html?m=1
https://www.google.co.id/amp/s/tedirus.wordpress.com/2015/11/29/kedudukan-manusia-sebagai-hamba-allah/amp/#ampshare=https://tedirus.wordpress.com/2015/11/29/kedudukan-manusia-sebagai-hamba-allah/
http://abayalbiruni.blogspot.com/2011/09/kedudukan-dan-fungsi-manusia-sebagai.html?m=1
https://www.google.co.id/amp/s/dalamislam.com/dasar-islam/hakikat-penciptaan-manusia/#ampshare=https://dalamislam.com/dasar-islam/hakikat-penciptaan-manusia



     

Komentar