TUGAS KE-2


MANUSIA  DIANTARA MAKHLUK CIPTAAN ALLAH LAINYA
 
A.    Latar Belakang
       Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah SWT yang lainya. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang memiliki akal pikiran dan nafsu yang tidak dimiliki oleh makhluk Allah SWT yang lainya.Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk Allah SWT lainya,manusia diberikan akal pikiran untuk berpikir sedangkan makhluk lainya tidak diberikan akal untuk berfikir dan mungkin hanya diberikan nafsu tanpa diberikan akal pikiran untuk berfikir. Mengenai proses kejadian manusia,dalam Al-Qur’an (QS. Al-Hijr (15)  : 28-29)  diterangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah dengan bentuk yang sebaik-baiknya kemudian ditiupkan ruh kepadanya hingga menjadi hidup.Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi hingga menjadi manusia yang sekarang.Banyak ahli agama yang menentang teori tersebut. Khususnya agama islam yang meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam a.s dan Siti Hawa yang kemudian keturunannya hingga menjadi banyak seperti yang sekarang ini.Hal ini didasarkan pada kitab suci agama islam yang bahwa manusia pertama adalah Adam dan Hawa.

    B. Isi
        Dalam pandangan Islam,manusia itu makhluk yang mulia dan terhormat  disisi Allah SWT yang diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang sangat baik dan sempurna. Manusia diberikan akal dan perasaan sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan oleh Allah SWT,berupa AL-QUR’AN. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya.Allah menciptakan dalam keadan sebaik-baiknya.”Sesungguhnya kami telah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (At-Tin :  95:4). Manusia secara kodrati bukanlah malaikat atau setan.Malaikat adalah makhluk yang senantiasa taat kepada semua perintah Allah SWT,sedangkan setan adalah makhluk yang senantiasa mengingkari perintah Allah. Menurut Chairil Anwar dalam buku yang berjudul “ Islam dan Tantangan Kemanusiaan  Abad  XXI “ menyatakan bahwa , “ manusia adalah makhluk ideal yang posisinya berada diantara kedua ektrim malaikat dan setan “. Oleh karena itu manusia bisa memiliki sikap patuh dan taat terhadap perintah Allah SWT  dan menjauhi larangan-Nya,namun sebaliknya manusia bisa pula mengingkari perintah Allah dan larangan-Nya. Manusia sebagai makhluk yang memiliki kesempurnaan bentuk jasmani dan rohani,manusia berkewajiban patuh dan taat terhadap semua perintah Allah SWT serta menjauhi semua larangan-Nya. Realisasi kepatuhan dan ketaatan manusia tersebut diwujudkan oleh Allah dalam bentuk suatu tugas kekhalifaan.Sebagai khalifah ,manusia adalah pelaksana dari kekuasaan dan kehendak Allah SWT. Manusia harus meniru contoh yang diberikan para Nabi dan Rasul Allah.Konsekuensi dari kesempurnaan manusia dalam merealisasikan fungsi kekhalifahan yang sesuai dengan amanat Allah SWT,manusia tidak boleh berbuat kerusakan yang bertentangan dengan kehendak Allah SWT.

C. Pandangan Al-Qur’an Manusia Makhluk Mulia
            1.QS. AT-Tin ayat 1-4
           “ (1) Demi (buah)Tin dan (buah)Zaitun,(2) demi Gunung Sinai (3) dan demi negeri (Mekkah) yang aman ini.(4) Sesunguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
       Tafsir Ayat
             Setelah bersumpah dengan buah-buahan yang bermanfaat atau tempat-tempat yang mulia itu,Allah  menegaskan bahwa dia telah menciptakan manusia dengan kondisi yang fisik dan psikis terbaik. Bentuk manusia adalah yang paling indah dari semua makhluk-Nya. Dari segi psikis,hanya manusia yang memiliki pikiran dan perasaan yang sempurna. Dan lebih lagi hanya manusia yang beragama.Penegasan Allah bahwa dia telah menciptakan manusia dengan kondisi fisik dan psikis terbaik itu mengandung arti bahwa fisik dan psikis manusia itu perlu dipelihara dan dikembangkan dengan memberinya agama dan pendidikan yang terbaik. Dengan demikian ia akan menjadi makhluk termulia.
2.QS.Al-Isra ayat 70
         “ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam,dan Kami angkut mereka di daratan dan di lautan,dan Kami berikan mereka dari rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka atas banyak dari siapa yang telah Kami ciptakan,dengan kelebihan yang sempurna.”
          Tafsir Ayat
               Dan sesungguhnya kami telah memuliakan anak cucu Adam dengan rupa yang indah,tinggi tubuh dan akal yang sedang, sehingga ia dapat mengetahui bermacam-macam keahlian dan mengenal bermacam-macam bahasa,bisa berpikir dengan baik tentang cara mencari penghidupan dan mengeksploitasi apa yang ada di bumi. Kami anugreahkan rezeki kepada mereka ,berupa makana nabati maupun hewani dan kami lebihkan mereka atas sebagian besar makhluk-makhluk kami dengan kemenangan,kehormatan,dan kemuliaan.

D. Kesimpulan
       Manusia memiliki semuanya,mulai dari sifat yang jelek,sampai pada sifat yang sangat mulia. Dan tidak ada lagi makhluk yang sempurna dimuka bumi kecuali manusia.Manusia yang diberikan kebebasan memilih oleh Allah. Memilih tempat huniannya dan juga gaya huniaanya,dan menerima semua konsekuensi atas pilihannya. Oleh karena itu sebagai manusia haruslah bersyukur atas nikmat yang sudah Allah berikan dengan menuruti segala perintahnya dan menjauhi larangannya.
     Fitrah kita sendirilah yang harus menjadi tujuan hidup kita.Dengan kembali ke fitrah kita,maka kita akan diberi hak kita menjadi makhluk Allah SWT yang paling sempurna.Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Allah SWT tidak dilihat dari segi fisik  (kecantikan atau ketampanan seseorang ), tapi sempurna dimata Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa diantara mereka semua.Allah berfirman dalam (Q.S Al-Hujurat : 13)
                                   




                                                          Daftar Pustaka



Komentar