RESUME KULIAH AGAMA ISLAM


PERBEDAAN KEBENARAN DAN KEBETULAN

KEBENARAN DAN KEBETULAN

  Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita sering menemukan kata kebenaran dan kebetulan,sebenarnya dari dua kata tersebut memiliki kata dasar yang sama benar dan betul namun setelah diberi imbuhan kata ke dan an memiliki makna yang berbeda.Hal tersebut harus kita pahami agar bisa membedakan kata kebenaran dan kebetulan karena banyak orang yang tidak mengerti perbedaan kata tersebut.

A.Pengertian Kebenaran
     Kebenaran adalah suatu keadaan yang dianggap benar yang sesuai deangan keadaan sesungguhnya.Kebenaran dibedakan menjadi dua yaitu kebenaran mutlak dan kebenaran sementara.Kebenaran mutlak merupakan kebenaran yang pembuktiannya tidak dapat  dirubah atau tetap.Mulai dari zaman dahulu hingga sekarang kebenaran mutlak memiliki ketetapan yang tidak dapat dirubah karena kebenaran mutlak datangnya dari Allah SWT.Sedangkan kebenaran sementara memiliki pembuktian yang dapat berubah setiap waktu ketika terdapat pembuktian lain yang dianggap lebih benar secara ilmiah.

B.Kebenaran Ilmiah
     Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaranlogika ilmiah.Kebenaran ilmiah ini dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis,koresponden,koheren.

·         Kebenaran Pragmatis : Sesuatu dianggap benar apabila memiliki kegunaan  atau manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.Contohnya,Rohmat mau bekerja bekerja disebuah perusahaan minyak karena diberi gaji tinggi.Rohmati bersifat pragmatis ,artinya mau bekerja diprusahaan tersebut karena ada manfaatnya bagi dirinya, yaitu mendapatkan gaji tinggi.

·         Kebenaran Koresponden : Sesuatu dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau  memiliki koresponden dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut .Kebenaran koresponden adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta dan fakta itu sendiri,karena kebenaran mempunyai keterkaitan erat antara kenyataan dan pernyataam.

·         Kebenaran Koheren  : Sesuatu dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.Metode yang digunakan dalam berpikir deangan bertolak belakang hal-hal umum ke khusus.

C.Kebenaran Non-Ilmiah
    Kebenaran berdasarkan penalaran logika ilmiah dan juga kebenaran berdasarkan karena faktor-faktor non-ilmiah.Beberapa diantaranya adalah:

·         Kebenaran Karena Akal Sehat (Common Sense): Akal sehat adalah serangkain konsep yang dipercaya dapat memecahkan masalah secara praktis.Kepercayaan bahwa hukuman fisik merupakan alat utama untuk pendidikan adalah kebenaran akal sehat.

·         Kebenaran Agama Dan Wahyu: Kebenaran mutlak dan asasi dari Allah dan Rasulnya.Beberapa hal masih bisa dinalar dengan panca indra manusia,tapi sebagian hal lain tidak.
·         Kebenaran Intuitif: Kebenaran yang didapat dari proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir.

D.Pengertian Kebetulan
      Secara bahasa atau lughaway kata kebetulan berasal dari kata dasar betul yang di awali dengan awalan ke- dan akhiran -an .Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ,kata kebetulan memiliki beberapa arti  (1) tidak sengaja, misalnya kemarin secara tidak sengaja bertemu dengan dia (2) Keadaan secara tidak terduga.Jadi dapat disimpulkan bahwa kata kebetulan mengindikasikan adanya penafihan atau penindihan terhadap unsur sebab terhadap akibat yang ditimbulkan.

     Kebetulan merupakan kejadian yang terjadi tanpa rencana ,niat dan diluar pikiran.Suatu unsur yang tidak diperhitungkan dan mungkin tak terhitungkan .Aristoteles menganggap peristiwa yang kebetulan sebagai peristiwa yang terjadi pada titik pertemuan atau persinggungan rantai sebab-akibat yang berdiri sendiri ,misalnya pertemuan tak terduga dengan seorang teman.Bagi Epikuros dan Lucretius,kebetulan berarti suatu kejadian yang tak disebabkan.

E.Teori Kebetulan
·         Teori Kebetulan(Kasualisme)  merupakan upaya untuk menjelaskan bahwa apa yang ada di dalam alam tampaknya final.Sesungguhnya tidak mempunyai sebab final sama sekali.
·         Kasualisme  bersifat tidak ilmiah karena ia tidak menentui sebab adanya transisi barang-barang dari suatu situasi yang kacau  ke dunia yang sekarang tertib dan teratur.
h     
F    F.Implikasi Terhadap Aqidah
b        
           Selaku umat muslim,tentunya kita memiliki keyakinan bahwa segala apa-apa yang ada dilangit dan dibumu dalam kuasa Allah SWT.Dia maha kuasa menjadikan sesuatu yang tidak ada menjadi ada dan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.Tidak ada sesuatu yang terjadi didunia ini tanpa ada kehendak-Nya .dia menjadikan matahari terbit dari barat dan terbenam dari timur.Menjadikan seluruh planet berotasi pada garis edarnya tanpa ada yang bertabrakan bahkan hal terkecil apapun ,jadi segala hal yang terjadi di dunia ini (dari perkara yang kecil hinga besar)tidak ada yang kebetulan.Seluruhnya atas izinnya,sebagaimana dalam Q.S Al An'aam : 59 Allah SWT  berfirman :" Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan ,dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan dia mengetahui (pula),dan tidak jauh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi,dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering ,melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuz).
"
.




                          Daftar Pustaka : http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-arti-kebetulan/
                                                       http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-arti-kebetulan/
                                                      http://romisatriawahono.net/2007/02/20/hakekat-kebenaran/
         https://www.google.co.id/amp/s/rushdie99.wordpress.com/2010/11/10/meredduksi-kata-          kebetulan/amp/#ampshare=https://rushdie99.wordpress.com/2010/11/10/meredduksi-kata-kebetulan/





Komentar